PTI dalam Lingkup Intrapersonal 2
Apa
itu internet addiction?
Perkembangan
teknologi yang sangat pesat semakin memudahkan manusia dalam melakukan
aktivitas sehari-hari. Salah satu teknologi yang berkembang pesat saat ini
adalah internet. Internet digunakan sebagai media bagi siapapun,
kapanpun dan dimanapun untuk memperoleh atau mengakses informasi apapun
dengan mudah dan cepat. Hanya dengan mengetikkan kata kunci di form yang
disediakan, pengguna internet dapat menemukan banyak sekali alternatif dan
pilihan informasi yang diperlukan.
Internet tidak hanya
memberikan keuntungan, tetapi juga bisa memberikan kerugian bagi penggunanya
apabila tidak digunakan secara bijak. Salah satu permasalahan dari penggunaan
internet yang menjadi sorotan para ahli psikologi adalah mengenai internet
addiction (kecanduan internet). Sebagai sebuah topik kajian yang relatif
baru, istilah internet addictionmemperoleh tanggapan yang serius serius
dari kalangan akademik setelah istilah tersebut dimunculkan oleh Kimberly Young
pada tahun 1996 (Young, 1999).
Menurut Young (1996),
seseorang bisa disebut kecanduan pada internet apabila individu tersebut
menunjukkan perilaku-perilaku tertentu. Perilaku-perilaku tersebut dibuat
berdasarkan pada kriteria-kriteria kecanduan berjudi (pathological gambling)
yang dapat membedakan antara orang yang kecanduan pada internet dan yang tidak
sampai kecanduan. Seorang pengguna internet sudah dapat digolongkan
sebagai pecandu internet bila ia memenuhi sedikitnya lima dari delapan kriteria
yang disebutkan oleh Young.
Young membagi kecanduan
internet kedalam 5 kategori, yaitu :
a.
Cybersexual addiction, yaitu seseorang
yang melakukan penelusuran dalam situs-situs porno atau cybersexsecara
kompulsif
b.
Cyber-relationship addiction, yaitu
seseorang yang hanyut dalam pertemanan melalui dunia cyber
c.
Net compulsion, yaitu seseorang yang
terobsesi pada situs-situs perdagangan (cyber shopping atau day
trading) atau perjudian (cybercasino)
d.
Information overload, yaitu seseorang
yang menelusuri situs-situs informasi secara kompulsif
e.
Computer addiction, yaitu seseorang yang
terobsesi pada permainan-permainan online (online games).
Fenomena
Dan Jenis Jenis Internet Addiction
A. Fenomena
Kehidupan sehari-hari
kita tidak lepas dengan yang namanya "internet". Apa sih itu
internet? Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional
dan tersebar di seluruh dunia. Biasanya internet digunakan untuk mempermudah kita
dalam mencari informasi yang kita butuhkan di kehidupan sehari-hari. Contoh:
kita ingin mencari suatu bahan atau materi pelajaran tentang psikologi,
mengerjakan tugas – tugas kuliah, bercengkrama dengan teman melalui jejaring
sosial semuanya dapat dilakukan dengan bantuan internet.
Selain itu, kadang
internet digunakan sebagai teman untuk melepas kejenuhan yang ditimbulkan oleh
padatnya aktifitas yang kita lakukan setiap harinya. Contohnya kita
memanfaatkan internet untuk bermain game baik online maupun offline dan kadang
hal ini kita lakukan tidak hanya sekali saja tapi berulang kali dan bisa
menimbulkan kecanduan.
Kecanduan internet atau
yang biasa kita sebut dengan Internet Addiction Disorder (IAD), menurut Stephen
Juan, Ph.D. seorang antropolog di University of Sidney antara lain:
1.
Selalu ingin menghabiskan lebih banyak
waktu di internet sehingga akan menguras
waktu efektif yang ada.
2.
Jika tidak menggunakan internet, muncul
gejala-gejala penarikan diri seperti kecemasan, gelisah, mudah tersinggung,
bergetar, menggigil, gerakan mengetik tanpa sadar, obsesif, hingga berkhayal
atau bermimpi mengenai Internet.
3.
Jika terhubung dengan internet,
gejala-gejala penarikan diri tersebut akan hilang ataupun berkurang.
4.
Mengakses internet lebih lama dari yang di
niatkan.
5.
Cukup banyak porsi kegiatan yang digunakan
untuk aktivitas terkait internet, termasuk e-mail, browsing, dan chatting
6.
Mengurangi
kegiatan penting, baik dalam pekerjaan, belajar, sosial atau rekreasi, demi
menggunakan internet.
7.
Hubungan sosial, pekerjaan, atau pendidikan
terancam terganggu karena penggunaan internet yang berlebihan.
8.
Internet digunakan untuk melarikan diri
dari perasaan bersalah, tak berdaya, kecemasan, atau depresi.
9.
Menyembunyikan penggunaan internet dari
keluarga atau teman.
Fenomena kecanduan game
online di Indonesia khususnya sudah sangat meluas dan ini terjadi baik mulai
dari anak TK hingga orang-orang yang sudah kerja sekalipun. Fenomena ini bisa
kita temukan di warnet-warnet dekat rumah kita. Banyak dari pelajar-pelajar
tersebut menghabiskan waktu libur sekolah atau waktu senggangnya untuk bermain
game online. Biasanya mereka bermain game online sekitar 2-3 jam ataupun bisa
lebih.
Kadang kecanduan game
online memberikan dampak yang buruk bagi penggunanya. contoh: pengguna game
online rela tidak masuk sekolah hanya karena mereka ingin bermain game online,
atau mereka rela menghabiskan uang jajan mereka untuk membeli voucher game online.
Selain itu kecanduan bermain game online membuat interaksi bersama dengan
keluarga menjadi sangat berkurang.
B.
Jenis Jenis Internet Addiction
1.
Cybersexual Addiction
individu yang sering
mengunjungi situs dewasa, melihat hal yang berkaitan dengan seksualitas yang
tersaji secara eksplisit dan terlihat dalam pengunduhan dan distribusi
gambar-gambar atau file-file khusus orang dewasa.
2.
Cyber-Relationship Addiction
mengacu pada individu
yang senang mencari teman secara online. individu tersebut menjadi kecanduan
untuk mengikuti layanan chatroom dan seringkali menjadi terlalu terlibat dalam
hubungan pertemanna online atau terikat dengan perselingkuhan virtual
3.
Net Compulsions
yang termasuk dalam
kategori ini adalah : perjudian online, belanja online, dan perdagangan online
4.
Information Overload
informasi yang tersedia
di internet menimbulkan perilaku konfulsif
5.
Computer Addiction
kecanduan internet yang
secara terus menerus dapat menimbulkan masalah dalam lingkungan
kehidupannya.
Faktor
Etiologi
Kecanduan didefinisikan
sebagai dorongan kebiasaan untuk terlibat dalam aktivitas tertentu atau
menggunakan zat, bukan dengan berdiri konsekuensi buruk pada individu fisik,
sosial, spiritual, mental, dan kesejahteraan finansial. Alih-alih mengatasi
hambatan hidup, mengatasi stres sehari-hari dan menghadapi trauma masa lalu
atau sekarang, pecandu merespon maladaptif dengan beralih ke mekanisme koping
semu. Biasanya, kecanduan memanifestasikan karakteristik psikologis dan fisik.
Sebagai kecanduan perilaku, fokus pada isu-isu psikologis yang meningkatkan
konsumsi internet adalah membantu untuk membantu dalam pemahaman klinis mengapa
orang berlebihan.
a.
Cognitive-behavioral Model
Kecanduan
teknologi sebagai bagian dari kecanduan perilaku: kecanduan internet menampilkan
komponen inti dari kecanduan (kedudukan kentara, mood modifikasi, toleransi,
penarikan, konflik dan kambuh). Dari perspektif ini, pecandu internet
ditampilkan arti-penting kegiatan, sering mengalami keinginan dan perasaan
disibukkan dengan internet saat offline. Ia juga menunjukkan bahwa menggunakan
internet sebagai cara untuk menghindari perasaan mengganggu, mengembangkan
toleransi internet untuk mencapai kepuasan, mengalami penarikan, kapan
mengurangi penggunaan intenet, penderitaan saat meningkatnya konflik dengan
orang lain karena aktivitas, dan kambuh kembali ke internet juga tanda-tanda
kecanduan. Model ini telah diterapkan pada perilaku seks tersebut, berjalan,
konsumsi makanan, dan perjudian.
b.
Neuropsychological Model
Seorang
individu akan diklasifikasikan sebagai pecandu internet asalkan ia memenuhi
siapa pun dari tiga kondisi berikut: (1) salah satu akan merasa bahwa lebih
mudah untuk mencapai aktualisasi diri secara online daripada di kehidupan
nyata, (2) salah satu akan pengalaman dysphoria dan depresi setiap kali akses
ke internet rusak atau kusut berfungsi, (3) orang akan mencoba untuk
menyembunyikan waktu penggunaan yang benar nya dari anggota keluarga.
c.
Situational Factors
Faktor
situasional berperan dalam pengembangan kecanduan internet. individu yang
merasa kewalahan atau yang mengalami masalah pribadi atau yang experince
mengubah hidup acara seperti divorve arecent, relokasi, atau kematian dapat
menyerap diri dalam dunia maya yang penuh fantasi dan intrik
https://michelleguerranathan.wordpress.com/2013/11/14/internet-addiction-faktor-etiologicompensation-theory/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar