Minggu, 08 Januari 2017

Test Psikologi Online



Tes Psikologi Online

 

Tes psikologi online berarti mendasarkan media online sebagai perantaranya. Tes tersebut dapat berupa tes kepribadian dan tes intelegensi, bentuknya dapat berupa gambar, kuesioner, maupun menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana terkait diri sendiri. Tes psikologi berfungsi untuk mengenal diri sehingga dapat mengembangkan kelebihan yang dimiliki serta menyamarkan kekurangan dengan kelebihan yang dimiliki.

 

Seiring berjalannya waktu, tes psikologi kini dapat dilakukan kapan pun dan dimana pun, bahkan oleh siapa pun. Tak perlu lagi bertatap muka dengan sang ahli psikologi, kini para individu dapat menjalani tes psikologi secara mandiri. Yaitu dengan menjalani berbagai macam tes psikologi yang ditawarkan media online yang dapat diakses dengan mudahnya.

 

Kemajuan tes psikologi yang kini dikembangkan di media online tentunya memiliki dampak bagi setiap pihak baik positif maupun negatif. Berikut dampak yang dihasilkan dari tes psikologi online:

Adapun tujuan dari tes psikologi yaitu untuk mengetahui kondisi psikologis atau karakter seseorang dan untuk memperdalam pengetahuan wawasan kita mengenai tes psikologi. Tes psikologi ini dilakasanakan sebagai upaya untuk mengetahui dan mengenali kepribadian seseorang lebih jauh. Bidang kerja yang banyak menjadi target adalah bidang pendidikan, bidang penelitian, bidang industri, bidang militer, dan lain-lain.

 

Dampak Positif

1.  Memudahkan individu dalam mengakses tes psikologi kapan pun dan dimana pun.

2.   Tes yang dilakukan tidak mengeluarkan biaya.

3.  Individu dapat menilai diri sendiri serta mengetahui kelebihan dan kekurangannya, sehingga menjadi bahan evaluasi dan pengembangan diri.

4.   Memudahkan individu menempatkan diri dalam menjalin relasi dengan orang lain.

5.   Memudahkan individu mengetahui pekerjaan/jurusan yang cocok dengan dirinya.

6.  Mengenal diri sendiri memudahkan individu dalam penerimaan atas dirinya serta orang-orang di sekitarnya.

7.  Dapat mengefektifkan waktu karena hasil tes dapat langsung dilihat.

 

Dampak Negatif

1.    Hasil tes yang diberikan belum akurat karena dilakukan oleh diri sendiri (terutama yg bukan seorang psikolog) dan dapat menyebabkan terjadinya penipuan.

2.     Hasil tes dapat dilihat oleh orang lain karena tidak bersifat tertutup.

3.    Penipuan dapat terjadi oleh diri sendiri karena jawaban tes dapat diubah sehingga mudah untuk dipelajari.

4.    Kerahasiaan alat tes semakin terancam.

5.  Individu akan sudah mengetahui dan memahami materi tes sehingga mengerjakan tes tidak sebagai dirinya sendiri melainkan menampilkan sisi-sisi baik yang dapat membuat hasil tes terlihat baik.

6.   Soal soal yang diberikan tidak selalu update.

7.  Tes psikologi secara online ini sebenarnya sangat merugikan para psikolo-psikolog yang lain karena tes ini bisa membuat nama psikolog menjadi tidak bagus di mata para masyarakat dan tes psikologi ini membuat para orang percaya sehingga banyak orang yang lebih memilih tes online dari pada datang langsung ke psikolog, selain itu juga biayanya pun hemat di banding datang ke psikolognya.



 
Ini adalah contoh test psikologi online http://www.ipersonic.net/id/test.html





 
 
 
Sumber:



Minggu, 01 Januari 2017

Psikoterapi Online


Psikoterapi Online

Pengertian

Psikoterapi adalah serangkaian metode berdasarkan ilmu-ilmu psikologi yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental seseorang yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran. Sedangkan E-Terapi adalah sebuah modalitas psikoterapi baru yang menyediakan klien cara mengakses seorang profesional kesehatan mental secara online. e-terapi yang sering dilakukan melalui komunikasi e-mail dengan terapis, hal ini juga dapat termasuk chat dan koferensi video, meskipun ini kurang sering digunakan. Juga disebut sebagai terapi online.

 

Semakin berkembangnya internet banyak orang yang memanfaatkan internet seperti para psikolog yang melakukan psikoterapi yang kini bisa dilakukan secara online. Seorang psikolog ternama John Suler, Ph.D. Rider University yang dalam artikelnya menuliskan tentang “Masa Depan Psikoterapi Online dan Kerja Klinis”, di dalam artikelnya dia memprediksikan akan adanya spesialis untuk psikoterapis online. Dr. Suler memanfaatkan e-Mail sebagai modus utama dalam berinteraksi yang akhirnya membawa ke dalam tahap pengembangan Psikoterapi online yang lebih maju dengan menggunakan alat yang lebih sinkron.

 

Psikoterapi ini bermanfaat untuk orang-orang yang malu untuk berkonsultasi secara langsung dan juga bagi orang-orang yang sulit untuk dijangkau oleh terapis. orang yang melakukan psikoterapi disebut Psikoterapis (Psychotherapist). Seorang psikoterapis bisa dari kalangan dokter, psikolog atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu psikologi dan mampu melakukan psikoterapi.

 

Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan pengetahuan dan ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara profesional dan legal. Adapun tiga ciri utama psikoterapi, yaitu :

1.      Proses :  berupa interaksi antara dua pihak, formal, profesional, legal dan menganut kode etik psikoterapi.

2.      Tujuan : untuk mengubah kondisi psikologis seseorang, mengatasi masalah psikologis atau meningkatkan potensi psikologis yang sudah ada.

3.      Tindakan: seorang psikoterapis melakukan tindakan terapi berdasarkan ilmu psikologi modern yang sudah teruji efektivitasnya.

 

Adapun tujuan terapi menurut Korchin

·         Memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar

·         Mengurangi tekanan emosional

·         Mengubah kebiasaan

·         Mengembangkan kemampuan berkomunikasi & hubungan interpersonal

·         Meningkatkan kemampuan mengambil keputusan

·         Mengubah kesadaran diri.

Metode Psikoterapi yang dipakai dari sekian banyak metode psikoterapi yang ada, bisa dikategorikan dalam lima pendekatan, yaitu:

1.      Psychoanalysis & Psychodynamic Pendekatan ini fokus pada mengubah masalah perilaku, perasaan dan pikiran dengan cara memahami akar masalah yang biasanya tersembunyi di pikiran bawah sadar.

2.      Behavior Therapy Pendekatan terapi perilaku (behavior therapy) berfokus pada hukum pembelajaran. Bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh proses belajar sepanjang hidup.

3.      Cognitive Therapy Terapi Kognitif (Cognitive Therapy) punya konsep bahwa perilaku manusia itu dipengaruhi oleh pikirannya. Oleh karena itu, pendekatan Cognitive Therapy lebih fokus pada memodifikasi pola pikiran untuk bisa mengubah perilaku.

4.      Humanistic Therapy Pendekatan Humanistic Therapy menganggap bahwa setiap manusia itu unik dan setiap manusia sebenarnya mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.

5.      Integrative / Holistic Therapy yang sering ditemui adalah seorang klien mengalami komplikasi gangguan psikologis yang mana tidak cukup bila ditangani dengan satu metode psikoterapi saja.

Ada beberapa contoh aplikasi psikoterapi online ini, yaitu :

a.       ELIZA, sebuah program perangkat lunak yang ditulis oleh Joseph Weizenbaum pada 1960 untuk meniru komunikasi seorang terapis. Ini adalah contoh pertama dari computer dimediasi interaksi menggunakan bentuk yang sangat sederhana dari psikoterapi.

b.      E-Terapi, adalah sebuah modalitas psikoterapi baru yang menyediakan akses kepada klien untuk berkonsultasi dengan seorang terapis yang professional dalam kesehatan mental secara online. Terapi ini juga sering



 
Sumber:

http://www.ipersonic.net/


http://isabellavalinka.blogspot.co.id/

http://www.psikoterapis.com/

https://rofifahmalihah.wordpress.com/